— JAKARTA – Nilai tukar rupiah menunjukkan pelemahan kembali terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa, 2 Juni 2026.

Menurut data Bloomberg yang tercatat pada pukul 09.06 WIB di pasar spot exchange, mata uang rupiah terdepresiasi sebesar 75,7 poin atau 0,42%, mencapai level Rp 17.880,5 per dolar AS. Di saat yang sama, indeks dolar terpantau menguat tipis 0,01% menjadi 99,21.

Berikut adalah perincian kurs jual dan beli dolar AS di beberapa bank besar, yakni BCA, Bank Mandiri, dan BNI, yang berlaku pada Selasa, 2 Juni 2026:

Kurs Jual Beli Dolar AS di BCA

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), pada pukul 09.17 WIB, menetapkan harga beli dolar AS melalui e-rate sebesar Rp 17.885 dan harga jual sebesar Rp 17.905.

Untuk transaksi TT counter, BCA memberlakukan harga beli dolar AS Rp 17.690 dan harga jual Rp 17.940. Sementara itu, pada layanan bank notes, harga beli dan jual dolar AS masing-masing berada pada angka Rp 17.690 dan Rp 17.940.

Kurs Jual Beli Dolar AS di BNI

Pada pukul 09.20 WIB, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) mencatat harga beli dolar AS sebesar Rp 17.880 dan harga jual Rp 17.900 untuk kategori special rates.

Dalam layanan TT counter, BNI menawarkan harga beli dolar AS Rp 17.625 dan harga jual Rp 17.925. Untuk bank notes, harga beli dolar AS ditetapkan sebesar Rp 17.625 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp 17.925 per dolar AS.

Kurs Jual Beli Dolar AS di Bank Mandiri

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) pada pukul 09.15 WIB mengumumkan harga beli dan jual dolar AS untuk special rate, masing-masing senilai Rp 17.865 dan Rp 17.895 per dolar AS.

Pada TT Counter, Bank Mandiri menetapkan harga beli dolar AS Rp 17.640 dan harga jual Rp 17.940. Untuk layanan bank notes, harga beli dolar AS adalah Rp 17.625 per dolar AS, dengan harga jual Rp 17.925 per dolar AS.