EnvyTech — JAKARTA – Pergerakan pasar keuangan pada Senin, 1 Juni 2026, diwarnai oleh penguatan signifikan nilai tukar rupiah, stabilitas harga emas Antam, dan potensi keuntungan besar dari saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA). Berbagai faktor, mulai dari negosiasi geopolitik hingga kebijakan ekonomi domestik, turut memengaruhi dinamika pasar.
Nilai tukar rupiah menunjukkan kekuatan luar biasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin (1/6/2026). Penguatan ini terjadi di tengah perhatian pasar terhadap kelanjutan negosiasi AS-Iran serta pergerakan mata uang Asia yang bervariasi. Sebelumnya, pada Jumat (29/5/2026), rupiah sempat melemah 35 poin, ditutup pada level Rp17.880,5 per dolar AS. Pergerakan mata uang Asia sendiri cenderung beragam pada hari tersebut, dengan aktivitas pasar yang relatif sepi akibat libur nasional di beberapa negara.
Penguatan drastis rupiah juga didorong oleh respons positif pasar terhadap kebijakan baru pemerintah terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan bahwa pelaku pasar masih mencermati negosiasi gencatan senjata permanen antara AS dan Iran yang belum menunjukkan kemajuan signifikan. Di sisi lain, pasar menyambut baik Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026, yang merupakan Perubahan Ketiga atas PP Nomor 36 Tahun 2023 tentang DHE dari kegiatan sumber daya alam (SDA). Aturan baru ini mewajibkan eksportir SDA untuk merepatriasi 100% DHE ke dalam negeri.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.02 WIB di pasar spot exchange, nilai tukar rupiah melesat 25 poin (0,14%) ke level Rp17.856 per dolar AS pada Senin, 1 Juni 2026. Sementara itu, indeks dolar terpantau naik 0,15% ke level 99,06.
Di sektor komoditas, harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) terpantau kokoh pada Senin, 1 Juni 2026. Harga emas Antam tetap stabil, demikian pula dengan harga beli kembali atau buyback emas Antam pada tanggal yang sama.
Sementara itu, saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menarik perhatian investor karena valuasinya yang dianggap sangat murah dengan return on equity (ROE) yang baik, mengindikasikan potensi keuntungan besar. DEWA, sebagai saham berkapitalisasi pasar menengah (mid cap), memiliki rasio PE (trailing twelve months/TTM) sebesar 3,1 kali, yang tergolong sangat rendah berdasarkan data Stockbit Sekuritas yang diakses pada Senin (1/6/2026). BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya mempertahankan rekomendasi beli (buy) untuk saham DEWA, dengan target harga yang menjanjikan potensi keuntungan hingga 82,6%.
Ikuti EnvyTech
