— JAKARTA – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menghadapi tekanan jual signifikan pada sesi I perdagangan Selasa (2/6/2026). Harga saham emiten teknologi ini tetap bertahan di level terendah, yakni Rp 50.

Antrean jual untuk saham GOTO di harga Rp 50 terpantau sangat panjang. Sekitar pukul 10.40 WIB, tercatat ada 100 juta lot saham yang mengantre untuk dijual.

Sementara itu, transaksi yang terealisasi baru mencapai 134 juta saham. Perdagangan dilakukan sebanyak 4.751 kali dengan total nilai transaksi sebesar Rp 6,7 miliar.

Sebelumnya, FTSE Russell telah mengeluarkan pengumuman terkait amandemen hasil tinjauan indeks FTSE Global Equity untuk periode Juni 2026. Dalam pengumuman tersebut, GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) akan dihapus dari FTSE Global Equity Index Series Mid Cap Index.

Penghapusan saham GOTO ini disebabkan oleh statusnya yang terdaftar di papan pengembangan Bursa Efek Indonesia, segmen pasar yang tidak memenuhi kriteria untuk masuk dalam GEIS, sesuai dengan kebijakan Indonesia – Index Treatment untuk Tinjauan Indeks Juni 2026.

Sinarmas Sekuritas sebelumnya menyatakan bahwa stagnasi saham GOTO di level minimum Rp 50 sejak Mei 2026 menimbulkan peringatan serius bagi para investor. Kondisi ini dipicu oleh dua risiko sistemis utama yang membayangi.

Risiko pertama adalah potensi didepak dari indeks MSCI pada Agustus 2026. Menurut analisis Sinarmas Sekuritas, MSCI telah membekukan penyesuaian bobot GOTO per 1 Juni 2026, menyusul masalah likuiditas di pasar reguler.

Skenario terburuk, menurut perusahaan broker tersebut, adalah GOTO berpotensi dihapus sepenuhnya dari MSCI Global Standard Index saat evaluasi Agustus 2026, jika harga sahamnya gagal bangkit dari level Rp 50.

‎⁠“Dampaknya adalah memicu aksi jual massal (outflow) oleh manajer investasi global yang mereplikasi indeks MSCI,” demikian penjelasan Sinarmas Sekuritas dalam ulasannya yang diterbitkan Sabtu (30/5/2026).

Risiko kedua adalah kemungkinan masuknya GOTO ke papan pemantauan khusus dengan mekanisme full call auction (FCA) oleh BEI. Saham yang terus stagnan di harga Rp 50 berisiko tinggi untuk dipindahkan ke papan pemantauan khusus.

Jika GOTO masuk dalam skema FCA, Sinarmas Sekuritas menjelaskan, mekanisme perdagangannya akan beralih ke sistem lelang berkala di mana kolom bid dan offer tidak ditampilkan (order buta).

‎⁠“Dampaknya, batas bawah Rp 50 runtuh. Harga saham GOTO bisa merosot hingga Rp 1 per lembar,” pungkas Sinarmas Sekuritas.