EnvyTech — JAKARTA – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 676,19 miliar pada kuartal I-2026, menunjukkan kenaikan 18,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan kinerja ini mengindikasikan bahwa sektor pertambangan di Indonesia tetap prospektif, terutama bagi penyedia jasa yang dapat mempertahankan produktivitas dan mutu layanan di tengah volatilitas harga komoditas serta berbagai tantangan operasional industri.
Menurut Direktur Utama Sinar Terang Mandiri, Ivo Wangarry, pendorong utama pertumbuhan MINE bersumber dari segmen jasa penambangan. Lini bisnis ini berkontribusi Rp 608,13 miliar, atau sekitar 89,9% dari total pendapatan perusahaan, dengan pertumbuhan 9,4% secara tahunan. Capaian ini didukung oleh kelanjutan proyek-proyek yang dikerjakan bersama mitra strategis di sektor pertambangan.
Ivo Wangarry menyatakan dalam keterangan resminya pada Selasa (2/7/2026), “Perseroan terus berupaya menjaga kinerja tetap positif melalui penguatan operasional, produktivitas, serta kualitas layanan kepada seluruh mitra kerja kami. Di tengah kondisi industri yang dinamis, kami juga tetap fokus menjalankan strategi usaha secara disiplin dan terukur.”
Selain peningkatan pendapatan, MINE turut membukukan laba komprehensif sebesar Rp 61,63 miliar pada kuartal pertama 2026. Raihan ini menunjukkan kapasitas perusahaan dalam mempertahankan profitabilitas, seiring dengan pelaksanaan proyek yang sesuai target dan jadwal operasional.
Ivo menambahkan, beberapa proyek yang dikerjakan selama periode tiga bulan pertama tahun ini memberikan kontribusi penting bagi kinerja perusahaan. Oleh karena itu, prioritas MINE ke depan adalah menjamin setiap proyek berjalan optimal, dengan tetap mengutamakan efisiensi dan kualitas pekerjaan.
Ia melanjutkan, “Sejumlah proyek yang dijalankan Perseroan sepanjang periode ini telah memberikan kontribusi terhadap kinerja operasional. Ke depan, Perseroan akan terus fokus pada optimalisasi pelaksanaan proyek, efisiensi operasional, serta menjaga kualitas pekerjaan agar dapat mendukung kinerja usaha secara berkelanjutan.”
Tidak hanya jasa penambangan, segmen jasa konstruksi juga mulai memperlihatkan kontribusi yang signifikan. Pada kuartal I-2026, pendapatan dari lini bisnis ini mencapai Rp 68,06 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini didorong oleh kelanjutan pengerjaan sejumlah proyek konstruksi yang menunjang aktivitas operasional pertambangan.
Performa pada periode Januari-Maret 2026 ini turut menyoroti strategi diversifikasi sumber pendapatan yang diterapkan MINE. Meskipun jasa penambangan tetap menjadi pilar utama bisnis, kontribusi jasa konstruksi menyediakan potensi pertumbuhan ekstra yang dapat memperkuat stabilitas usaha dalam jangka panjang.
Meskipun prospek industri pertambangan masih didukung oleh permintaan komoditas global, MINE memilih untuk menerapkan strategi pertumbuhan konservatif. Perusahaan berpusat pada optimalisasi proyek yang sedang berjalan, manajemen operasional yang hati-hati, serta peningkatan efisiensi guna menjaga margin keuntungan.
Di sisi lain, pada perdagangan hari Selasa (2/7/2026), harga saham MINE bergerak di area negatif dan ditutup melemah 6,92% menjadi Rp 242 per saham. Sepanjang sesi transaksi, saham MINE diperdagangkan pada rentang harga Rp 238 hingga Rp 262, dengan volume transaksi mencapai sekitar 1,27 juta saham.
Meskipun tekanan jual masih menyelimuti pergerakan saham perusahaan, kinerja fundamental MINE pada kuartal I-2026 tetap memperlihatkan pertumbuhan yang kuat. Hal ini ditandai dengan kenaikan pendapatan sebesar 18,1% menjadi Rp 676,19 miliar dan laba komprehensif sebesar Rp 61,63 miliar.
Ikuti EnvyTech
