— JAKARTA – Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menunjukkan pemulihan dengan berbalik menguat pada sesi I perdagangan Selasa (2/6/2026). Sekitar pukul 11.23 WIB, harga saham BBCA tercatat naik 2,19% mencapai level Rp 5.825.

Aktivitas perdagangan saham BBCA pada sesi tersebut melibatkan sebanyak 191 juta saham, dengan frekuensi transaksi mencapai 29.702 kali, dan total nilai transaksi sebesar Rp 1,11 triliun.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) termasuk dalam jajaran saham yang paling banyak dibeli. Berdasarkan informasi terkini, saham BBCA membukukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 141 miliar.

Untuk perdagangan Selasa ini, Kiwoom Sekuritas mengeluarkan rekomendasi beli (buy) untuk saham Bank Central Asia, dengan menetapkan level resistansi pertama di Rp 5.825 dan resistansi kedua di Rp 5.925.

Sementara itu, level dukungan (support) pertama berada pada Rp 5.650 dan dukungan kedua di Rp 5.575. Batas kerugian (stoploss) direkomendasikan pada level Rp 5.500.

Sebelumnya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sempat mengalami penurunan signifikan sebesar 4,60% menjadi Rp 5.700 pada perdagangan Jumat (29/5/2026) pekan lalu. Penurunan ini bertepatan dengan jadwal penyesuaian ulang (rebalancing) indeks global MSCI untuk tinjauan indeks Mei 2026.

Pada hari tersebut, transaksi saham Bank Central Asia menunjukkan volume yang tidak biasa atau di luar kewajaran. Total saham BBCA yang diperdagangkan mencapai 1,02 miliar unit, dengan frekuensi 111.208 kali, dan nilai transaksi menembus angka Rp 5,82 triliun.

Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) pada saham BBCA hingga Rp 1,95 triliun, yang mengakibatkan harga saham BBCA merosot ke titik terendah dalam lima tahun terakhir.