— JAKARTA – PT Bumi Resources Tbk (BUMI), entitas yang terafiliasi dengan Grup Bakrie dan Salim, diperkirakan memiliki potensi untuk mengalami penguatan harga hingga mencapai level resistansi. Berikut adalah analisis teknikal yang dapat menjadi panduan bagi investor untuk memaksimalkan keuntungan dari saham BUMI.

CGS International Sekuritas Indonesia, dalam catatan analisisnya untuk perdagangan Selasa (2/6/2026), memproyeksikan target harga terdekat bagi saham BUMI berada dalam kisaran Rp 172 hingga Rp 176.

Secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia mengidentifikasi bahwa harga saham BUMI memiliki area support pada rentang Rp 162-Rp 165.

“Saham BUMI memiliki level support di Rp 162-165, dengan target terdekat pada rentang Rp 172-176,” demikian kutipan dari laporan CGS International Sekuritas Indonesia yang dirilis pada perdagangan Selasa (2/6/2026).

Pada sesi perdagangan terakhir di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (2/6/2026), harga saham BUMI tercatat menguat sebesar 1,2% dan ditutup pada posisi Rp 168.

Namun, dalam kurun waktu sepekan terakhir, saham BUMI telah mengalami penurunan sebesar 9,1%. Penurunan lebih signifikan terjadi dalam satu bulan terakhir, mencapai 26,3%, sementara secara year to date (ytd), saham ini anjlok hingga 54,1%.

Berdasarkan data dari Stockbit, saham BUMI mencatatkan penjualan bersih oleh investor asing (net sell asing) senilai Rp 17,4 miliar pada perdagangan Jumat (29/5/2026).