EnvyTech — JAKARTA – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) telah memperoleh restu dari para pemegang sahamnya untuk melakukan ekspansi bisnis, yaitu dengan menambahkan kegiatan usaha di bidang perdagangan besar peralatan telekomunikasi.
Keputusan tersebut disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kedua yang dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026.
Rapat kedua ini merupakan tindak lanjut dari RUPST pertama yang digelar pada 19 Mei 2026, di mana kuorum kehadiran tidak terpenuhi untuk mata acara ketujuh.
Oleh karena itu, perseroan kembali mengundang pemegang saham pada 26 Mei 2026, dan rapat kedua dilaksanakan dengan agenda tunggal.
Sebelum memasuki agenda utama rapat, Direktur Utama INET, Muhammad Arif, memaparkan kondisi keuangan perseroan.
Ia menginformasikan bahwa total aset perseroan per 31 Maret 2026 mencapai Rp 5.690,55 miliar, menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 648,39% dari Rp 760,37 miliar pada akhir tahun 2025.
Pendapatan bersih untuk kuartal I-2026 tercatat sebesar Rp 383,60 miliar, melonjak 3.069,63% dibandingkan dengan Rp 12,1 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
“Laba bruto perseroan mengalami kenaikan hampir sembilan kali lipat, mencapai Rp 45,99 miliar per 31 Maret 2026, dibandingkan dengan Rp 5,17 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kami sangat optimistis mampu mempertahankan momentum pertumbuhan ini hingga akhir 2026,” tutur Arif.
Dalam RUPST tersebut, tiga poin keputusan saling terkait telah disetujui. Poin pertama, para pemegang saham mengesahkan laporan studi kelayakan terkait rencana penambahan kegiatan usaha Perdagangan Besar Peralatan Telekomunikasi, yang juga dikenal sebagai Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 46523.
Kedua, rapat menyepakati perubahan pada Pasal 3 Anggaran Dasar Perseroan untuk memasukkan KBLI 46523, sekaligus melakukan penyesuaian dengan Peraturan Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.
Ketiga, rapat memberikan wewenang penuh kepada direksi untuk melaksanakan semua tindakan yang diperlukan sehubungan dengan perubahan anggaran dasar tersebut.
Studi kelayakan yang disusun oleh KJPP MSE menyimpulkan bahwa penambahan KBLI 46523 sangat layak untuk dijalankan oleh perseroan.
Penilaian komprehensif ini mencakup aspek pasar, teknis, pola bisnis, model manajemen, serta keuangan, yang konsisten dengan strategi INET untuk memperluas layanannya ke perdagangan perangkat telekomunikasi.
Produk-produk yang akan diperdagangkan meliputi perangkat jaringan untuk ekosistem Fiber to the Home (FTTH), perangkat Fixed Wireless Access (FWA), dan berbagai perlengkapan infrastruktur jaringan seperti router, switch, serta server.
Perseroan telah menyiapkan model distribusi khusus untuk lini usaha baru ini, yang diharapkan akan melengkapi layanan infrastruktur yang telah berjalan selama ini.
Model bisnis yang dipilih adalah distribusi, bukan manufaktur. INET akan mengoperasikan lini ini dengan tim awal yang terdiri dari empat staf, dua supervisor, dan satu manajer, tanpa mengubah struktur organisasi yang sudah ada.
Arif menjelaskan, perluasan lini usaha ini memberikan peluang bagi INET untuk menyediakan solusi yang lebih komprehensif kepada para pelanggan, khususnya mitra penyedia jasa internet dan segmen korporasi.
Melalui langkah strategis ini, perseroan berambisi untuk memperkuat posisinya dalam rantai nilai infrastruktur telekomunikasi, sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru.
Ikuti EnvyTech
