— JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa angkutan kereta api menjadi satu-satunya jenis transportasi yang menunjukkan peningkatan jumlah penumpang pada April 2026, di saat mayoritas moda lainnya mengalami penurunan.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini, menjelaskan bahwa total keberangkatan penumpang kereta api pada April 2026 mencapai 48,28 juta orang. Angka ini merepresentasikan peningkatan sebesar 7,65% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dalam konferensi pers BPS di Jakarta pada Selasa (2/6/2026), Pudji menyatakan, “Secara tahunan, sebagian besar moda transportasi mengalami penurunan, hanya moda angkutan kereta yang mengalami peningkatan sebesar 7,65%.”

Berbanding terbalik, jumlah penumpang angkutan udara domestik tercatat sebanyak 4,57 juta, menunjukkan penurunan 15,85% dari April 2025. Penumpang angkutan udara internasional juga menyusut 1,78%, menjadi 1,56 juta orang.

Fenomena penurunan serupa juga melanda sektor transportasi laut dan penyeberangan. Angkutan laut domestik mencatat 2,93 juta penumpang, turun 9,81% secara tahunan. Sementara itu, angkutan penyeberangan yang dikelola ASDP mengalami penurunan paling dalam, yakni 24,99%, dengan total 4,69 juta penumpang.

Pudji menambahkan, jika dilihat secara bulanan, jumlah penumpang angkutan udara domestik, laut domestik, dan penyeberangan ASDP mengalami koreksi pada April 2026. Namun, angkutan udara internasional dan kereta api justru mencatatkan peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Di sisi lain, sektor angkutan barang menunjukkan performa yang lebih baik. BPS mencatat volume barang yang diangkut melalui angkutan laut domestik pada April 2026 mencapai 45,10 juta ton, naik 16,46% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan juga terpantau pada angkutan barang kereta api yang mencapai 6,18 juta ton, tumbuh 5,05% secara tahunan. Sebaliknya, volume barang yang diangkut melalui angkutan udara domestik berada di angka sekitar 50 ribu ton, turun 6,73% dibandingkan April 2025.

Pudji mengemukakan, secara bulanan, pertumbuhan angkutan barang didominasi oleh moda laut dan kereta api. Volume barang angkutan laut domestik naik 4,31%, sementara angkutan barang kereta api meningkat 5,96%.

Namun, angkutan barang jalur udara domestik masih menunjukkan penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, mengindikasikan bahwa pemulihan kinerja transportasi nasional belum merata di semua sektor.