EnvyTech — JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, membukukan kenaikan signifikan. Indeks ditutup di level 6.195,4, menguat sebesar 68,05 poin atau setara 1,11%.
Beberapa saham terpantau mencatatkan keuntungan besar, dengan kenaikan harga antara 24% hingga 34%.
Total nilai transaksi di pasar modal tercatat mencapai Rp 25,36 triliun. Sebanyak 295 saham mengalami kenaikan, sementara 410 saham melemah, dan 254 saham tidak bergerak. Aktivitas perdagangan hari ini melibatkan volume 26,43 miliar saham dengan frekuensi 2,51 juta kali.
Di sisi sektoral, beberapa kelompok saham menunjukkan performa positif. Sektor energi memimpin penguatan dengan kenaikan 1,61%, diikuti oleh sektor barang baku sebesar 1,32%, sektor infrastruktur 0,64%, dan sektor keuangan 0,27%.
Namun, sejumlah sektor lain mengalami tekanan. Sektor transportasi mencatat penurunan paling dalam sebesar 3,33%, disusul sektor kesehatan 2,26%, teknologi 1,08%, properti 1,04%, perindustrian 0,64%, barang konsumen non-primer 0,25%, dan barang konsumen primer 0,09%.
Kondisi makroekonomi domestik menunjukkan sinyal positif, dengan aktivitas manufaktur Indonesia yang kembali memasuki fase ekspansi. Berdasarkan data S&P Global, Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur meningkat menjadi 50,0 pada Mei 2026, dari sebelumnya 49,1 di April 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) juga mengumumkan bahwa inflasi pada Mei 2026 tetap terkendali. Secara bulanan, inflasi berada di angka 0,28%, sedangkan inflasi tahunan mencapai 3,08%. Angka ini masih dalam rentang target Bank Indonesia, yaitu 2,5% dengan toleransi plus minus 1%.
Dari perspektif eksternal, neraca perdagangan Indonesia pada April 2026 menunjukkan surplus US$ 90 juta. Meskipun angka ini lebih rendah dari bulan sebelumnya, surplus tersebut didukung oleh nilai ekspor sebesar US$ 25,40 miliar dan impor US$ 25,31 miliar.
Sementara itu, pasar global masih diwarnai kekhawatiran terhadap peningkatan konflik di Timur Tengah, yang berpotensi memicu ketidakstabilan harga minyak dunia. Ketidakpastian semakin meningkat setelah laporan mengenai penangguhan pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat, meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi masih berlanjut.
Di tengah penguatan IHSG, lima saham mencatatkan performa paling impresif dengan kenaikan harga antara 24% hingga 34% hanya dalam satu hari perdagangan.
Saham-saham yang memimpin penguatan tersebut meliputi PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk (BEER) yang melonjak 34,94% ke level Rp 112, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) yang naik tajam 34,85% menjadi Rp 178, serta PT Ace Oldfields Tbk (KUAS) yang menguat 34,07% ke Rp 122.
Selain itu, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) membukukan kenaikan 25% mencapai Rp 615, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) terangkat 24,85% ke posisi Rp 4.120.
Di sisi lain, beberapa saham mengalami tekanan jual yang signifikan. PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) anjlok 15% ke level Rp 85, PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) merosot 14,81% menjadi Rp 1.495, dan PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) terkoreksi 14,8% ke Rp 835.
Penurunan juga dialami oleh saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) yang turun 14,62% ke Rp 181, serta PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) yang kehilangan 12,68% menjadi Rp 62.
Ikuti EnvyTech
