— JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan menunjukkan pergerakan konsolidatif dalam sesi perdagangan Selasa, 2 Juni 2026.

Pada penutupan perdagangan sebelumnya, IHSG tercatat melemah tipis 0,05% hingga mencapai level 6.127. Pelemahan ini diiringi oleh aksi jual bersih senilai Rp 8,36 triliun di pasar reguler.

Pelemahan indeks tersebut, menurut analisis BRI Danareksa Sekuritas, utamanya dipicu oleh tekanan jual dari investor asing. Hal ini berkaitan dengan proses rebalancing MSCI yang berdampak pada saham-saham perbankan dengan kapitalisasi pasar besar.

Dalam ulasan yang diterbitkan pada Selasa, 2 Juni 2026, BRI Danareksa Sekuritas menyatakan, “Secara teknikal, IHSG diproyeksikan akan bergerak konsolidatif dengan rentang support di 6.070 dan resistance di 6.285.”

Sentimen pasar sepanjang pekan ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk rilis data inflasi Indonesia bulan Mei 2026 yang diantisipasi naik menjadi 2,94% secara tahunan (YoY). Selain itu, surplus neraca perdagangan juga berpotensi menyusut menjadi US$ 1,31 miliar.

Di sisi lain, para investor juga akan memantau dengan cermat perkembangan negosiasi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran, yang berpotensi memberikan dampak pada sentimen pasar global.

Sementara itu, indeks-indeks utama di bursa Wall Street menunjukkan penguatan pada penutupan perdagangan sebelumnya. Dow Jones Industrial Average menguat 0,091% ke level 51.078,8, S&P 500 naik 0,26% mencapai 7.599,9, dan Nasdaq Composite melonjak 0,42% menjadi 27.086,8.

Untuk aktivitas trading pada Selasa, 2 Juni 2026, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham-saham RAJA, HRTA, dan MMIX.