— JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan memiliki potensi untuk kembali menguat pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026.

Penguatan indeks di bursa Wall Street, kenaikan harga beberapa komoditas, serta selesainya proses penyesuaian (rebalancing) indeks MSCI dipandang sebagai katalis positif yang akan memengaruhi pasar.

Namun, tekanan jual yang masih tinggi dari investor asing dan kabar mengenai penghentian negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pergerakan IHSG.

IHSG diproyeksikan akan bergerak bervariasi namun cenderung menguat, dengan level support di kisaran 6.060-5.990 dan level resistance pada 6.195-6.260.

Mengawali perdagangan bulan Juni, indeks-indeks utama di bursa Wall Street serentak ditutup menguat. Hal ini terjadi meskipun harga minyak mentah juga mengalami kenaikan signifikan. Nvidia menjadi pendorong utama di sektor teknologi menyusul peluncuran chip baru untuk PC.

Saham Nvidia melesat 6,26%, menjadi penopang penguatan indeks dan turut mendorong kenaikan saham perusahaan produsen PC seperti Dell Technologies sebesar 10,7% dan HP sebesar 8,51%. Sebaliknya, Intel, yang selama ini mendominasi pasar PC, mengalami koreksi cukup dalam hingga 4,67%.

Sementara itu, saham-saham di sektor energi, termasuk Marathon Petroleum, Exxon Mobil, dan Chevron, juga mencatatkan kenaikan yang signifikan, masing-masing sebesar 3,98%, 2,84%, dan 1,85%. Kenaikan ini terjadi seiring dengan melonjaknya harga minyak mentah, menyusul laporan dari kantor berita resmi Iran yang menyatakan bahwa negosiatornya telah menghentikan komunikasi dengan Amerika Serikat.

Untuk perdagangan Selasa, 2 Juni 2026, sejumlah saham yang direkomendasikan untuk aktivitas trading meliputi HRTA, PSAB, EXCL, BRIS, GGRM, dan INDF.