EnvyTech — JAKARTA – Di tengah tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global dan domestik, investor mulai mengalihkan fokus portofolio mereka ke instrumen yang lebih defensif. Kecenderungan ini terlihat dari peningkatan minat terhadap reksa dana pendapatan tetap dan pasar uang, yang dianggap menawarkan stabilitas lebih baik dibandingkan instrumen saham.
Berdasarkan data dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dana kelolaan Reksa Dana Pendapatan Tetap mengalami pertumbuhan sebesar 10,26% selama periode Januari hingga April 2026. Sementara itu, Reksa Dana Pasar Uang mencatat kenaikan 4,06%, sedangkan Reksa Dana Saham terkoreksi 0,7% pada periode yang sama. Angka-angka ini mencerminkan pergeseran preferensi investor menuju aset dengan tingkat risiko yang lebih rendah.
Direktur PT IIM, Camar Remoa, menyatakan bahwa kondisi pasar saat ini mendorong investor untuk lebih selektif, tidak hanya mengejar imbal hasil, tetapi juga mempertimbangkan stabilitas dan keberlanjutan produk investasi.
“Selain memperhatikan kondisi pasar saat ini, kami melihat investor kini semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dan manfaat jangka panjang dalam berinvestasi. Karena itu, PT IIM terus berupaya menghadirkan berbagai produk investasi yang kompetitif dari sisi kinerja sekaligus relevan dengan kebutuhan investor saat ini,” jelas Camar dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Dalam situasi ini, Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund) menjadi salah satu produk yang mencatatkan kinerja konsisten dalam jangka panjang. Produk ini juga memperoleh pengakuan internasional melalui LSEG Lipper Fund Awards 2026 untuk kategori Best Fund Over 3 & 5 Years Bond Sukuk Indonesia IDR.
Penghargaan tersebut diberikan berdasarkan evaluasi kinerja yang disesuaikan dengan risiko selama periode 36, 60, hingga 120 bulan, yang menunjukkan ketahanan performa produk di berbagai siklus pasar.
Camar menegaskan bahwa produk ini tidak hanya berorientasi pada imbal hasil, tetapi juga membawa nilai sosial yang melekat dalam strukturnya. “Melalui Reksa Dana Haji Syariah (I-Hajj Syariah Fund), kami ingin menunjukkan bahwa investasi dapat berjalan beriringan dengan semangat kepedulian dan pemberdayaan masyarakat,” tutur Camar.
Program Sosial
Sejak diluncurkan pada tahun 2005 hingga April 2026, Reksa Dana Haji Syariah telah membukukan kinerja historis sebesar 462,23%, jauh melampaui tolok ukur yang berada di angka 162,88%. Selain performa investasi, produk ini juga menjalankan program sosial melalui dana infak haji, yang telah memfasilitasi keberangkatan 1.349 jemaah haji dan umrah hingga Februari 2026, khususnya bagi masyarakat pra-sejahtera.
Kombinasi antara kinerja finansial dan dampak sosial ini menjadikan produk tersebut sebagai contoh investasi berbasis nilai (value-based investing) yang semakin relevan seiring dengan perubahan perilaku investor.
Komitmen PT IIM terhadap investasi yang berlandaskan dampak sosial juga kembali diakui melalui ajang TOP CSR Awards 2026. Perusahaan ini berhasil meraih predikat Corporate Level Star 5 serta Golden Star Trophy, setelah sukses mempertahankan status Star 5 selama tiga tahun berturut-turut.
Penghargaan ini diberikan atas implementasi CSR yang dinilai sangat baik melalui pendekatan Creating Shared Value (CSV) dan standar ISO 26000 Social Responsibility. Direktur PT IIM, Ria Meristika Warganda, turut menerima penghargaan TOP Leader on CSR Commitment 2026 sebagai pengakuan atas kepemimpinannya dalam memperkuat agenda keberlanjutan perusahaan.
Ikuti EnvyTech
